Memaksimalkan Mobile Engagement
Tidak bisa dipungkiri, mobile adalah masa depan.
Dengan pertumbuhan mobile engagement yang begitu pesat, semakin penting bagi bisnis untuk memahami cara memaksimalkan potensi kanal yang kini menjadi pusat interaksi digital ini. Smartphone sudah menjadi perpanjangan tangan kita, selalu terkoneksi, praktis dan membuka akses instan ke informasi terbaru maupun komunitas virtual yang kita ikuti.
Bagi bisnis, mobile adalah tambang perhatian konsumen. Jika dimanfaatkan dengan tepat, kanal ini bisa memperbesar dampak bisnis lebih kuat dibandingkan kanal lain. Dalam artikel ini, saya akan membagikan tiga tips singkat untuk meningkatkan mobile customer engagement Anda.
Apa sebenarnya mobile engagement itu?
Sekilas terdengar jelas, tetapi ada banyak aspek mobile engagement yang sering kali tidak dianggap “mobile” oleh bisnis.
Mobile engagement tidak hanya mencakup kanal mobile-only, tapi juga adaptasi dan perluasan kanal lain agar bisa diakses dengan mudah melalui perangkat seluler.
Beberapa kanal yang perlu diperhatikan saat menyusun strategi mobile engagement yang lengkap:
- Mobile apps: In-app messaging, push notifications, message centers
- Messaging apps: WhatsApp, Facebook Messenger, WeChat, LINE, Telegram, dll.
- Social media: Instagram, TikTok, Facebook, Twitter, LinkedIn
- Voice assistant apps: Siri, Alexa, Google Assistant, dll.
- SMS
- Email: Mobile-responsive email
- Web: Mobile-responsive website, landing pages, web push notifications
- Beacons dan QR codes
- Mobile wallets: Kartu loyalitas, kupon, penawaran, tiket
Namun, hanya menggunakan semua kanal ini untuk berkomunikasi dengan audiens tidaklah cukup. Tanpa alur yang jelas antar interaksi, pelanggan justru bisa frustrasi. Mobile customer engagement yang efektif adalah orkestrasi pengalaman relevan tanpa hambatan di seluruh touchpoint, bahkan lebih.
Intinya, memaksimalkan mobile engagement berarti mengorkestrasi kombinasi kanal yang menghadirkan pengalaman merek bernilai dan mulus bagi pelanggan.
3 Tips Memaksimalkan Mobile Engagement
1) Buat jalur menuju konversi tanpa hambatan
Pastikan kanal yang Anda gunakan terintegrasi untuk mengarahkan audiens dari top of funnel hingga konversi dengan cepat.
Seluruh alur harus bisa diakses lewat mobile, sehingga pelanggan dapat melakukan konversi, entah itu pembelian, pendaftaran, atau mengikuti akun sosial, tanpa harus meninggalkan layar ponselnya. Dengan tingkat distraksi tinggi di era digital, momentum inilah yang harus dimanfaatkan.
2) Lacak performa kanal
Keberhasilan di mobile bergantung pada kemampuan melacak performa.
Gunakan kanal yang bisa diukur, lengkapi dengan audience identity resolution, agar Anda dapat memahami:
- Kanal mana yang paling efektif?
- Pesan mana yang paling relevan dengan audiens?
- Jalur apa yang paling sering diambil pelanggan menuju konversi?
Jawaban dari pertanyaan ini akan membantu menyusun strategi mobile engagement yang lebih tajam.
3) Gunakan solusi yang mendukung omnichannel mobile engagement
Pilih solusi yang memungkinkan Anda menyesuaikan komunikasi dengan setiap pelanggan secara dinamis. Solusi ini sebaiknya memberi Anda kemampuan untuk menghadirkan customer journey kontekstual di seluruh mobile touchpoint dan kanal lain.
Sebaliknya, solusi parsial yang butuh banyak integrasi sering kali mahal, memakan waktu, sulit dioperasikan, dan pada akhirnya menghambat terciptanya pengalaman pelanggan yang benar-benar berdampak.
Untuk memahami bagaimana Resulticks dapat membantu Anda menghadirkan mobile sekaligus omnichannel customer engagement yang lebih baik, pelajari lebih lanjut di sini.
Source: (https://www.go.resul.io/blog/making-use-of-mobile-engagement)
Penulis: Amir Mitri | Penerjemah: Gita Agustina