Ikuti Kami:
thumb

Spektrum Segmentasi: Personalization, Individualization, dan X-Ray Vision

Di dunia pemasaran digital yang terus berkembang, semakin banyak perusahaan mengandalkan pengalaman yang dipersonalisasi untuk menjangkau prospek dan pelanggan mereka. Faktanya, 75% eksekutif perusahaan menilai personalization sebagai elemen penting dalam pengalaman digital. Namun, ada kesenjangan: 80% perusahaan merasa sudah memberikan pengalaman personal, tapi hanya 60% pelanggan yang setuju. Salah satu alasannya, strategi yang digunakan masih beragam, bahkan sebagian perusahaan menganggap menyapa nama depan di email sudah cukup, padahal jelas tidak.

 

Membangun pengalaman pelanggan yang relevan berlangsung dalam tiga tahap: personalization, individualization, dan x-ray vision. Ketiganya perlu dijalankan secara progresif agar pengalaman pelanggan benar-benar sesuai kebutuhan.

 

Langkah 1: Personalization

Tahap awal adalah memanfaatkan data dan analitik pelanggan untuk membuat konten, pesan, dan penawaran yang lebih relevan.

Misalnya, sebuah merek mengirim email promosi dengan menyebut nama Anda dan menyertakan rekomendasi produk berdasarkan riwayat belanja serta aktivitas browsing. Interaksi semacam ini dimungkinkan karena brand sudah mengumpulkan data pelanggan dan mengolahnya dengan solusi otomatisasi berbasis data. Dengan kemampuan untuk terus mengumpulkan dan memperbarui data tentang apa yang Anda cari, bagaimana pola belanja Anda, dan jenis konten yang menarik bagi Anda, brand bisa menyajikan pengalaman yang lebih konsisten dan relevan.

 

Langkah 2: Individualization

Tahap berikutnya adalah menyesuaikan pengalaman berdasarkan atribut individu secara lebih mendalam.

Individualization membawa pendekatan ini ke level yang lebih granular, dengan fokus pada perilaku, preferensi, hingga kecenderungan (propensity) pelanggan. Tujuannya, semakin menajamkan perjalanan pelanggan dengan wawasan berbasis niat dan konteks.

 

Contoh: jika Anda sering berbelanja sepatu di situs retail, setiap kali membuka situs tersebut, halaman depannya akan menampilkan koleksi sepatu yang sesuai dengan riwayat pencarian terakhir Anda. Strategi ini efektif karena halaman depan yang dipersonalisasi mendorong sekitar 85% pelanggan untuk membeli. Dampaknya bisa lebih besar lagi jika diikuti dengan komunikasi lanjutan yang disesuaikan dengan profil Anda.

 

Langkah 3: X-Ray Vision

Tahap paling maju adalah x-ray vision, menggunakan seluruh data dan wawasan yang terkumpul untuk menciptakan pandangan yang benar-benar menyeluruh tentang pelanggan, lalu mengaktifkannya melalui rangkaian interaksi yang konsisten, mulus, dan terus berevolusi.

Dengan pendekatan ini, bisnis bahkan bisa memprediksi apa yang akan dibeli pelanggan berikutnya. Strategi semacam ini terbukti mampu meningkatkan loyalitas. Sebagai contoh, 56% pelanggan online lebih cenderung kembali ke situs yang menawarkan rekomendasi produk. Menyasar pola yang tidak terlihat (unseen patterns) dan atribut turunan akan membantu bisnis mempertahankan pelanggan dengan mulus.

 

Pengalaman pelanggan yang terindividualisasi bukan hanya soal halaman depan yang dinamis atau pop-up di waktu tepat. Lebih dari itu, mencakup:

  • Notifikasi yang dikirim di momen paling relevan untuk menjaga pelanggan tetap aktif.
  • Interaksi lanjutan, konten, dan penawaran yang otomatis menyesuaikan perilaku terbaru pelanggan.
  • Pengalaman belanja omnichannel yang terus dioptimalkan, baik online maupun offline.
     

Menyatukan Semuanya

Perjalanan dari sekadar menyapa pelanggan dengan nama hingga menghadirkan pengalaman yang benar-benar individual di semua kanal digital maupun fisik membutuhkan komitmen menyeluruh, reskilling, dan investasi teknologi yang tepat.

 

Tentu ada langkah-langkah taktis yang bisa dilakukan cepat tanpa biaya besar. Namun, untuk mencapai tahap x-ray vision dibutuhkan waktu, proses trial and error dan kesinambungan. Hasilnya sepadan: 91% pelanggan lebih memilih berbelanja dengan merek yang mengenali, mengingat dan memberikan penawaran relevan.

(Sumber data: Ninetailed.io)

 

Tentang RESUL

RESUL lebih dari sekadar Customer Data Platform (CDP). Ini adalah Customer and Audience Data Platform (ADP) generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan keterlibatan pelanggan secara real-time dan personalisasi berbasis AI. Dengan menggabungkan data pelanggan dan audiens dari semua kanal, online maupun offline, RESUL menciptakan satu sumber data terpercaya yang mendukung pengambilan keputusan berbasis data di seluruh organisasi.

 

Platform ini memungkinkan segmentasi audiens lanjutan, aktivasi omnichannel dan personalisasi real-time secara cerdas dalam skala besar. Dengan kepatuhan terhadap regulasi data, kemampuan analitik prediktif dan integrasi mulus dengan marketing stack yang sudah ada, RESUL membantu brand mengubah data pelanggan menjadi pertumbuhan nyata dan hasil bisnis yang terukur.

 

Source: (https://www.go.resul.io/blog/the-spectrum-of-segments)

Penulis: Disha Shah | Penerjemah: Gita Agustina